Home » All posts
Minggu, 08 Mei 2016
Fira OS
03.33 Ade Khidira
Selasa, 03 Mei 2016
Sejarah Smart Watch dari Mas ke Masa
08.58 Ade Khidira
Sudah banyak smarthwatch telah hadir meramaikan pasar. Nama-nama seperti Apple, Samsung, LG, Sony, Asus, dan Motorola tidak mau ketinggalan mengenalkan jam cerdasnya.
Jika menengok sejarah smartwatch, sebetulnya perangkat ini bukanlah inovasi yang benar-benar baru. Perjalanan sejarah membawa kita ke tahun 1978 ketika Citizen pertama kalinya mengeluarkan jam digital dengan feature kalkulator. Disusul oleh Casio dengan jam kalkulator layar sentuhnya serta Seiko dengan jam berprosesor.
Tentu saja, fungsi-fungsi yang ditawarkan smartwatch zaman dahulu belumlah sementereng saat ini. Kala itu, jam yang dilengkapi kalkulator dan mini organizer saja sudah dianggap cerdas. Seiring waktu berjalan, fungsionalitas yang lebih modern seperti GPS, pemutar musik, dan Wi-Fi mulai dibenamkan
Yang harus menjadi catatan, performas smartwatch selama ini tidaklah diwarnai kegemilangan. Bisa dibilang, belum ada smartwatch yang benar-benar menjadi produk massal dan populer dipakai masyarakat. Kendalanya beragam, antara lain daya tahan baterai dan penggunaan yang kurang praktis.
Kendati demikian, era kini sudah berubah. Konsumen tampaknya lebih siap dalam menerima perangkat portabel yang mudah dibawa ke mana-mana seperti wearable computer. Lihat saja komputer tablet. Sudah sejak era 1990-an.
Citizen Scientific Calculator Watch (1978)
Menurut situs Pocketcalculatorshow, jam digital buatan Citizen ini dijuluki "master of nerd watches". Layar LCD-nya menampilkan dua baris. Baris pertama menunjukan waktu, baris ke dua untuk melakukan proses perhitungan, pengguna bisa menekan s40 tombol yang ada disekeliling jam.
Seiko Data-2000 (1983)
Jam digital Seiko ini menarik karena dilengkapi docking yang berisi memori penyimpanan data. Tidak main-main, docking ini dibuat menyerupai keyboard QWERTY dan numerik yang memudahkan pengguna dalam mengetik dan memasukkan data.
elah
Casio AT-550 (1984)
Dari tampak luar, casio AT-550 tidak banyak berbeda dengan jam lainnya. Penunjuk waktunya pun masih analog. Tapi, jam ini sudah memliki fungsi kalkulator.
Timex Data Link (1994)
Disebut sebagai jam pertama yang bisa mengunduh data dari komputer, Timexx Data Link diproduksi bersama Microsoft sebagai alternatif dari PDA yang mulai populer kala itu. Model yang tersedia dapat menyimpan hingga 150 nomor telpon. Jam ini pun digunakan oleh astronot NASA dalam misi luar angkasa.
Samsung SPH-WP10 (1999)
Percobaan pertama Samsung membuat smartwatch yang tidak berjalan mulus karena harganya yang terlalu mahal. Tapi, jam ini menarik karena menggabungkan fungsi jam dan ponsel ke dalam suatu perangkat. Layar LCD-nya pun sudah berwarn. Satu dekade kemudian, Samsung kembali merilis smartwatch s9110 yang juga tidak sukses secara komersial.
IBM Linux (2000)
Pada tahun 2000, IBM membuat prototype jam yang berjalan di atas platform Linux. Tujuannya untuk berkomunikasi dengan PC melalui koneksi bluetooth. Dengan daya tahan baterai enam jam, jam ini membuat memori 8mb.
Fossil Wrist PDA (2003)
Tahun 2000-an adalah masanya PDA. Tren tersebut diikuti Fossil dengan melahirkan Fossil Wrist PDA, jam monokrom yang juga berfungsi sebagai PDA. Ada feature kalender, to-do list, dan memopad di dalamnya. Pada generasi selanjutnya, jam ini telah dilengkapi sistem operasi PalmOS dan mampu menjalankan aplikasi-aplikasi sederhana.
Microsoft SPOT (2006)
Microsoft menjajal peruntungan di arena smartwatch dengen menciptakan jam SPOT yang tidak hanya menampilkan waktu, tapi juga informasi seperti ramalan cuaca dan berita terbaru. Semua ini diperoleh dari sinyal radio FM yang diterima SPOT.
LG GD910 (2009)
Jam cerdas besutan LG dengan kayar sentuh 1,43 inci ini memiliki fungsi voice recognition dan text-to-speech. Tidak hanya itu, jam pintar ini dapat menjalankan fungsi telepon dengan jaringan 3G serta video call berkat kamera 0,3MP-nya.
Sony SmartWatch (2012)
Generasi pertama Sony SmartWatch yang dapat terhubung dengan ponsel Android merek apa pun. Walhasil, jam ini bisa menampilkan feed dari Twitter, SMS, e-mail, dan juga musik.
Pebble (2012)
Pebble menjadi buah bibir karena startup kecil kali ini berhasil mengumpulkan dan dari 68 anggota situs Kickstarter. Produk besutannya yaitu jam cerdas yang dapat tersambung dengan Andiod dan iPhone melalui Bluetooth.
Reklamasi Teluk Jakarta untuk Pusat Pemerintahan
07.53 Ade Khidira
Perebatan dan kehebohan yang sempat terjadi terkait reklamasi Teluk Jakarta mungkin disebabkan karena (1) kurang terbukanya perencanaan awal proyek ini kepada publik, (2) informasi yang kurang transparan kepada publik, (3) kurang melibatkan seluruh stake holder terkait dalam perencanaan awal, (4) lebih mengutamakan kepentingan swasta disbanding publik, (5) amdal dan penanganan dampak lingkungan yang kurang transparan.
Selain itu, (6) perijinan yang bermasalah, (7) tarik-menarik antar instansi pemerintah, (8) perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang sering menimbulkan multi tafsir, (9) sasaran penggunaan lahan reklamasi yang kurang tepat, dan (10) pengelolaan reklamasi yang kurang sesuai.
Sebuah reklamasi laut seyogianya direncanakan dan dilaksanakan secara hati-hati dan benar karena akan merubah ekosistem yang ada dan dapat membawa dampak negatif yang besar baik bagi ekosistem laut itu sendiri maupun bagi masyarakat pesisir dan sekitarnya.
Biaya pelaksanaan sebuah reklamasi juga tergolong mahal. Dengan demikian, laut sebagai milik publik bilamana akan direklamasi, maka peruntukan lahan hasil reklamasi ini seyogianya benar-benar diprioritaskan untuk kepentingan publik dan tanpa menghasilkan dampak negatif lingkungan yang berarti.
Mengingat Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat padat dan lahan darat tersisa kurang mendukung untuk pengembangan pemukiman, perkantoran, dan industri maka Jakarta sangat membutuhkan proyek reklamasi.
Dampak terhadap lingkungan dan nelayan
Secara ilmiah sebuah reklamasi laut dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan dampak negatif lingkungan yang nyata karena dengan kemajuan ilmu dan teknologi dapat memodifikasi suatu lingkungan dan menkorversi daerah lain untuk konpensasi daerah yang di reklamasi.
Sebagai contoh, bahan pasir atau tanah untuk menimbun lahan reklamasi seyogianya diambil dari dasar laut dari laut lepas (dalam hal ini antara Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu) sehingga volume air laut akibat penimbunan di areal sekitar reklamasi tidak berubah.
Selain itu, bahan pasir dari dasar laut juga lebih cocok untuk digunakan di daerah pantai untuk digunakan sebagai tempat wisata dan sebagai habitat biota laut.
Hal seperti ini dilakukan di negara bagian Florida, Amerika Serikat yaitu dengan menguruk pasir putih dan halus dari dasar laut di laut lepas untuk ditimbun di daerah pantai sepanjang pantai Florida untuk menjaga pantai dari erosi dan mempertahankan keindahan pantai yang dilakukan paling tidak sekali dalam 10 tahun.
Proyek reklamasi di sepanjang pantai Florida ini merupakan program regular paling tidak sekali dalam 10 tahun dimana pengelolaan dan pendanaan dilakukan oleh pemerintah setempat.
Penggunaan pasir putih dan halus di lahan reklamasi dapat menghadirkan pantai yang indah karena ukurannya yang halus dan warnanya yang putih. Dengan demikian, hasil lain dari reklamasi ini adalah terbentuknya sebuah pantai yang indah dan sesuai untuk digunakan tempat rekreasi pantai bagi rakyat Jakarta dan sekitarnya yang selama ini tidak ada. Hal ini secara otomatis dapat menciptakan tujuan wisata pantai apalagi disediakan secara gratis.
Bagi nelayan, reklamasi seyogianya berdampak positif mengingat lahan reklamasi yang direncanakan sudah tidak layak dijadikan sebagai daerah penangkapan ataupun pembudi dayaan ikan karena daerah ini sudah tercemar dari bahan organik dan inorganik seperti logam berat.
Dengan adanya reklamasi ini, maka nelayan akan menangkap ikan lebih jauh ke laut yang airnya relatif lebih bersih dari bahan pencemar dibandingkan dengan air laut pada areal reklamasi. Hal ini akan membawa dampak positif bagi nelayan dan rakyat karena akan menangkap ikan yang relatif kurang tercemar. Pemerintah seyogianya juga melarang nelayan menangkap ikan atau membudi daya ikan di sekitar lokasi reklamasi untuk menghindari ikan dari bahan-bahan pencemar.
Peruntukan dan Pengelolaan Reklamasi
Salah satu alasan keributan dari rakyat dalam pelaksanaan reklamasi ini mungkin karena pengelolaan dan pemanfaatan reklamasi diserahkan kepada pihak swasta. Masyarakat khawatir bahwa pihak swasta hanya akan mengejar keuntungan tanpa memperhatikan dampak negatif lingkungan yang diakibatkan oleh reklamasi ini. Faktor inilah yang mungkin mengakibatkan terjadinya dugaan suap-menyuap dari pihak pengembang kepada pihak pemerintah dan anggota DPRD DKI Jakarta.
Masalah dan perdebatan yang timbul terkait proyek reklamasi serta adanya moratorium reklamasi Teluk Jakarta seyogianya dijadikan sebagai pintu masuk untuk mendiskusikan atau mengkaji ulang peruntukan dan pengelolaan reklamasi Teluk Jakarta. Semestinya, peruntukan hasil reklamasi Teluk Jakarta diutamakan untuk kepentingan publik ketimbang kepentingan swasta.
Kalau kita melihat lokasi perkantoran kementerian dan kantor Kepresidenan Pemerintah Negara RI yang tercerai-berai dan jarak satu sama lain yang juga sangat berjauhan, maka sudah saatnya memusatkan perkantoran kementerian dan kantor Kepresidenan ini dalam suatu lahan yang menyatu. Hal ini sangat perlu untuk efisiensi dan modernisai sistem administrasi pemerintahan negara RI baik dari segi koordinasi dan manejemen pemerintahan negara RI maupun efisiensi pengurusan segala urusan administrasi terkait pemerintahan. Dengan demikian, lahan hasil reklamasi ini dianggap sangat cocok untuk dijadikan sebagai lokasi pusat pemerintahan negara RI. Setelah pemanfaatan untuk pusat pemerintahan negara RI, maka sisa lahan hasil reklamasi dapat dimanfaatkan untuk pusat bisnis dan apartemen seperti direncanakan sebelumnya.
Untuk mensukseskan pelaksanaan dan pembangunan reklamasi serta peruntukannya sebagai pusat pemerintahan negara RI di lahan reklamasi tersebut, maka seyogianya pengelola reklamasi ini adalah Pemda DKI dan/atau bekerja sama dengan pemerintah pusat. Hal ini menjadi sesuai dengan Keppres No. 59 tahun 1995 dan Perpres No. 54 tahun 2008. Bilamana Pemda DKI dan/atau kerjasama dengan pemerintah pusat sebagai pengelola reklamasi maka perhatian terhadap dampak lingkungan menjadi lebih terarah dibandingkan dengan pihak swasta sebagai pengelola.
Umumnya pengelolaan reklamasi laut di negara maju dilakukan oleh pemerintah setempat seperti di negara bagian Florida, Amerika Serikat bahwa pengelolaan dan pengawasan reklamasi seluruhnya dilakukan oleh Pemerintah setempat bekerja dengan pemerintah pusat (Pemerintah Federal). Mengingat sumber dana berasal dari rakyat, maka pelaksanaan dan pengawasan reklamasi menjadi lebih terjamin dibandingkan bila pelaksananya adalah pihak swasta yang umumnya cenderung mengejar keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang diakibatkannya.
Manajemen Air Limbah
Faktor lain yang tidak kalah penting dalam proyek reklamasi ini adalah belum terlihat secara transparan sistem pengelolaan air limbah dari "kota baru" yang dibangun di lahan reklamasi tersebut. Mengingat "kota baru" yang akan dibangun berada di tengah lautan, maka seyogianya sistem pembuangan air limbah dari rumah tangga dan toilet dilakukan secara terpadu di suatu tempat dan tidak dibuang ke laut atau kedalam tanah (septik tank).
Air limbah dari perumahan dan perkantoran seperti bekas air yang digunakan untuk cuci peralatan dapur dan mandi dikumpulkan di suatu tempat fasilitas pengolahan air limbah untuk dilakukan pemurnian sampai mencapai kriteria tertentu sebelum dilepaskan ke laut. Hal yang sama dilakukan untuk air limbah dari toilet sebelum dapat dibuang ke air laut. Dengan demikian, eksosistem pesisir menjadi terjaga dari pencemaran dan lingkungan eksosistem pesisir sekitar areal reklamasi menjadi sehat. Hal ini juga akan berdampak positif bagi daerah pantai yang dijadikan sebagai tempat wisata rekreasi pantai yang menjadi bebas dari sumber pencemar.
Proses pemurnian air limbah dari toilet ini dapat juga menghasilkan pupuk organik dan biogas.
Bilamana "kota baru" sudah dibangun di lahan reklamasi tersebut, maka seyogianya kualitas air sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta juga dikontrol sehinga air yang masuk ke perairan Teluk Jakarta sudah bebas dari bahan pencemar. Untuk itu, perlu dibangun fasilitas pengolahan air limbah dari semua sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta. Fasilitas pengolahan air limbah ini dapat dibangun di dekat setiap muara sungai yang berfungsi untuk menampung dan memproses pemurnian air sungai (air limbah) untuk menghilangkan semua bahan pencemar menjadi air tawar yang secara ilmiah layak untuk di alirkan ke Teluk Jakarta.
Proyek reklamasi Teluk Jakarta secara ilmiah dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan dampak negatif yang berarti dan dapat bermanfaat maksimal bagi rakyat Jakarta dan Indonesia bilamana dilaksanakan dan dikelola dengan benar oleh Pemda DKI dan/atau kerjasama dengan Pemerintah Pusat.
sumber
Drone (Pesawat Tanpa Awak)
07.45 Ade Khidira
Pengembangan
- Resolusi: minimum sama dengan resolusi TV yaitu 420 baris
- Berat: tidak lebih dari 500 gr
- Volume: tidal lebih dari 350 cm3
- Telemetry: Line of Sight (LOS) dengan frekuensi yang aman
Spesifikasi PTTA
- Panjang pesawat: 1.800 mm
- Tinggi pesawat: 250 mm
- Rentang sayap: 2.100 mm
- Daya mesin: 1,5 PK
- Berat lepas landas: < 6 kg
- Berat muatan: 500 gram
- Daya jelajah: 1 jam
- Kecepatan terendah: 20 km/jam
- Kecepatan normal: 60 km/jam
- Ketinggian operasi: 200 m
- Ketinggian maksimum: 1.000 m
- Jangkauan radio modem: 10 km
- Jarak pengunduhan video:10 km
- Frekuensi pengunduhan video: 2,4 GHz
- Frekuensi kontrol radio TX: 72 MHz
- Sistem daya: 12 VDC
- Bidang kendali: standar (2 bidang aileron, 1 bidang elevator dan 1 bidang rudder)
Sistem kendali PTTA
Tahap manual
Tahap autopilot
Sistem Navigasi PTTA
Pemanfaatan pesawat tanpa awak
Contoh pesawat tanpa awak
- RQ-8A Fire Scout
- RQ-2B Pioneer
- RQ-2B Pioneer
- Northrop Grumman Global Hawk
- General Atomics MQ-9 Reaper
- AeroVironment Raven dan Raven B
- Bombardier CL-327
- Yamaha RMAX
- Lockheed Martin Desert Hawk
- General Atomics MQ-1 Predator
- Puna
- Puna Sriti
- Puna Alap-alap
- Puna Gagak
- Puna Pelatuk
- Puna Wulung
- LSU 02
3 in 1 Dihapus, Terbitlah Macet
07.34 Ade Khidira
Pada pagi hari, kepadatan kendaraan mulai terlihat dari arah Cawang menuju Semanggi. Antrean kendaraan sudah terlihat dari depan kantor Dirjen Pajak. Arus lalu lintas semakin padat saat adanya pertemuan kendaraan yang keluar dari Tol Dalam Kota dan kawasan SCBD dengan jalan umum.
"Biasanya lowong kok di sekitaran Polda Metro Jaya ini. Nah, sekarang lihat sendiri dari kantor pajak sudah padat," kata Risyapudin di kawasan SCBD, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 5 April 2016.
Menurut perwira menengah ini, kepadatan kendaraan disebabkan pengendara memaksa melalui Jalan Gatot Subroto. Padahal, biasanya mereka melalui jalur lain.
Kepadatan lalu lintas terjadi di Jalan Sudirman, tepatnya di sekitar Patung Jenderal Sudirman. Kedua arah jalan tersebut sudah dipadati kendaraan. Arus lalu lintas dari arah Senayan menuju Bundaran HI, padat.
"Ini sudah padat sekali. Kalau 3 in 1 enggak ada sampai padat seperti ini di Sudirman," kata Bripda Bagus.
Menurut dia, biasanya, kepadatan lalu lintas di sekitar Patung Sudirman baru terlihat pukul 10.00-14.00 WIB. Kepadatan lalu lintas ini terjadi selepas jam 3 in 1.
"Kalau sekarang pasti pengendara tidak memikirkan jam 3 in 1 jadi bisa langsung melintas saja jadi padat," Bagus menjelaskan.
Miska, seorang pengendara di Jalan Gatot Subroto mengatakan, kemacetan memang terlihat jelas setelah sistem 3 in 1 dihapuskan. Tapi, kemacetan ini tidak ubahnya saat sistem 3 in 1 selesai dilaksanakan.
"Memang macet sih, beda sama 3 in 1. Tapi ini juga malah makin macet kok dari pukul 09.00 WIB," kata Miska.
"Mending dihapus ajalah, enggak ngaruh juga," kata dia.
Hal senada disampaikan Ridwan. Dia merasakan betul bedanya ada 3 in 1 dan tidak. Baginya, kemacetan memang bertambah hari ini saat waktu 3 in 1. Hanya saja, dia tidak perlu repot mencari penumpang untuk bisa melintasi jalur ini.
Tak hanya masyarakat biasa yang terjebak kemacetan karena 3 in 1. Pejabat pun ikut merasakannya. Suara raungan sirene motor patroli dan pengawalan sulit menembus kemacetan seperti di Jalan Gatot Subroto tepatnya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Mobil pelat nomor RI 9 yang digunakan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Arif Hidayat dan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti pun kesulitan menembus kemacetan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga terkena imbasnya.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan bus tambahan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan roda 4 saat penghapusan aturan 3 in 1. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, pihaknya menyiapkan 127 bus tambahan transjakarta dan bus gratis dalam rangka uji coba penghapusan kebijakan ini.
Bus gratis yang berasal dari Transjakarta ini sangat diminati masyarakat. Hal ini terlihat di halte Dukuh Atas. Begitu bus menepi di halte, penumpang yang baru turun dari Stasiun Sudirman langsung menyerbu. Padahal di dalam bus sudah cukup banyak penumpang.
Bus ini melayani rute Harmoni-Bundaran Senayan. Selain itu, bus tersebut tidak melalui jalur bus Transjakarta. Bus melalui jalan umum dan berhenti di halte bus umum.
Andri Yansyah mengatakan, bus-bus ini memang sengaja disiapkan untuk masyarakat yang berkantor di sekitar rute bus. Jumlahnya pun ditambah saat jam 3 in 1
"Ada peningkatan arus lalu lintas akses dan objek lokasi 3 in 1," kata Budiyanto.
Budi menyatakan, berdasar pantauan di lapangan, penumpukan kendaraan terjadi di Jalan Semanggi yang menjadi titik temu kendaraan dari Slipi dan Pancoran yang hendak ke kawasan Sudirman-Thamrin.
"Kita mau hapus 3 in 1 karena nambah macet daerah pinggir, ganti dengan ERP (electronic road pricing), tapi karena ERP enggak bisa cepat, sebelumnya kita mau pakai ganjil genap (pelat kendaraan)," ujar Ahok di Balai Kota.
Ahok mengatakan, penerapan sistem ganjil genap masih menunggu hasil evaluasi penghapusan 3 in 1. Apabila terbukti bertambah macet, maka ganjil genap akan diterapkan. Namun, apabila bertambahnya volume kendaraan tak signifikan, maka solusi dari Pemprov adalah menambah bus sambil menunggu ERP terealisasi.
Pemprov juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengatur sistem ganjil genap. Polda akan diminta tidak boleh menerima pergantian nomor pelat.
"Tapi solusi tetap ERP, tapi kalau daerah macet seperti Gatsu kita akan kasih bus dan terapkan ganjil genap," tutur dia.
Aturan 3 in 1 hanya berlaku pukul 07.00 - 10.00 WIB dan pukul 16.30 - 19.00 WIB, pada hari kerja saja yaitu hari Senin sampai Jumat. Hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional tidak berlaku.
sumber







