Minggu, 08 Mei 2016

Persiapan Menuju UTS




Sekarang-sekarang ini, gua selalu denger obrolan temen atau di sosmed temen gua yang selalu ngomongin masalah UTS alias ujian tengah semester. Kok udah UTS? Biasa mahasiswa. Selama ini udah jadi mahasiswa? Aduh gua amnesia (#wtf). Malah udah ada yang mau UAS lagi. Gile bener, anak kampus mana sih? Yang pasti itu bukan Mahasiswa Universitas Gunadarma. Oyy, Gunadarma baru mau uts nih di minggu ke dua bulan Mei. Emang Gunadarma selalu beda sendiri (anjay).

Langsung ke topik utamanya aja. Apa sih yang harus kita siapin sebelum UTS versi Ade Khidira. Bukan cuma buat kalian yang mahasiswa Gunadara aja ya, mahasiswa kampus lain juga yang berkenan silahkan dibaca dan dicoba. Apa? Anak sekolah juga? Anak SMA, SMP, SD bahkan anak TK juga boleh mencoba dan siapa tau beruntung.



Okay yang pertama dan selalu jadi yang paling utama itu niat dan berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa. Niatkan terlebih dahulu kalau kalian akan menghadapi UTS. Kalau ga niat mah buat apa kuliah? Karena kalau kita sudah niatkan dalam diri kita dan ditambah udah berdoa, mungkin akan ada secerceh cahaya yang menerangi hati kita. Sehingga kita termotivasi, semangat, dan enggak takut. Buat apa coba takut? Toh ujung-ujungnya kalau udah mentok pas ngerjain soal, jurus keramat bakal dipake juga. Jurus veni vidi vici alias datang, kerjakan dan lupakan. Tapi ya usahain mikir dikitlah. Intinya sih kalian harus niatlah pas udah mau UTS dan banyakin ibadah sama doa. Kalau yang muslim jangan lupa solat sama ngaji, biarkan makin disayang mamah.



Kemudian, kita harus jaga kesehatan kita. Gimana coba pas lagi ujian, kalian mendadak sakit. Itu bakal mengganggu banget, dijamin deh. Kalian bayangin aja, kalau lagi ujian tiba-tiba kerasa pengen BAB dan itu enggak cuma sekali. Udah izin kepengawas buat ke wc, pas udah kelar dan balik ke kelas, mules lagi, terus minta izin lagi. Hal itu kalian lakuin berulang kali. Pasti lah si pengawas bakal kesel dan curiga. Apa itu anak bener-bener sakit atau nyontek, nyari jawaban di wc. Mungkin ini diambil dari kisah nyata dan memang sedikit tragis. Jadi jagalah kesehatan kalian. Makan yang teratur dan jangan berlebihan. Kurang-kurangin makan jajanan, walaupun tukang tahu bulat lagi booming. Dan jauhi segala hal yang dapat membuat kalian sakit.



Mungkin ini mirip-mirip atau mendekati tips sebelumnya. Cobalah kalian untuk berolahraga. Kenapa olahraga? Ya olahraga itu bisa bikin kita sehat. Ga perlu olahraga yang susah-susah, cukup olahraga ringan di sekitar rumah. Bisa jogging, sit up dan push up atau semacamnya lah, kalau kalian suka main air ya coba buat berenang. Yang pasti, olaharaga sesuai kegemaran, kebiasaan dan kemampuan kalian. Olahraga 20 menit yang dilakukan seminggu 3 kali itu menyehatkan kok. Ada yang bilang juga, sehabis kita olahraga kita akan merasa kan mood yang baik dan bisa membuat perasaan kita senang. Jadi beban pikiran pun lepas. Itu dia yang bisa membuat kita fokus belajar buat UTS.




Masih berhubungan sama tips tadi. Untuk menghadapi UTS, yang mungkin bisa termasuk ke dalam hal penting, yaitu belajar. Kalian mau tau dari mana jawaban dari soal-soal UTS nanti kalau ga belajar. Ga mungkinkan kalian ujug-ujug dapet ilham atau ada cahaya yang turus ke kepala kalian dan kalian seketika mendapat jawaban. Mungkin cara belajar setiap orang berbeda-beda. Tapi kalau sekiranya kalian bukan tipe orang yang suka belajar di rumah, cobalah untuk serius belajar di kelas. Perhatikan dosen atau guru yang sedang menerangkan. Lalu coba bertanya hal-hal yang mungkin membuat kalian penasaran atau coba mengerjakan tugas yang diberi tanpa menyontek. Kalian coba untuk memecahkan masalah itu sendiri. Kalau udah mentok, jangan dulu nyontek, tapi diskusiin sama temen yang lebih ngerti. Cara ini biasanya efisien buat yang ga pernah belajar di rumah dan ingatan jangka panjangnya kuat. Selain cara itu, ya kalian bisa coba belajar di rumah. Bisa dengan cara mencicil membaca dan memahami pelajaran itu. Kalian atur batas maksimal kalian belajar dalam satu hari atau kalian batas bab yang harus kalian baca dan pelajari. Kemudian cara lain, kalian bisa belajar berkelompok. Buat kelompok belajar, tapi yang emang serius buat belajar. Bukan berkelompok buat dateng ke rumah si X, dan terus malah main atau malah nonton film, terus yang belajar cuma kalian. Terkadang dengan belajar berkelompok, kita akan banyak berdiskusi, bahkan bisa berdebat. Dari diskusi atau debatan kita itu dapat membuat kita ingat dengan apa yang kita bahas waktu itu.



Tips terakhir untuk kali ini. Minta doa restu pada orang tua kalian, terutama ibu kalian. Pasti sering denger kan “Doa ibu sepanjang masa”. Tapi ini emang nyata, dengan restu dan rido orang tua yang diiringi pula dengan doa mereka. Tuhan pun akan meridoi kalian dan memudahkan kalian. Jadi, jangan lupa minta restu orang tua kalian guys.

Mungkin cuma itu aja yang bisa kalian baca dan nikmati. Pasti masih banyak cara-cara lain untuk menghadapi UTS sesuai versi kalian sendiri. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang pantas. Terima kasih buat yang mau baca. Tetap berjuang guys buat UTS dan ujian-ujian lainnya. 






Fira OS




Mungkin banyak dari netizen yang sudah mengenal custom ROM, seperti MIUI, CyanogenMod, dll. Yang sekang secara komersial mengembangkan sistem operasi pra-instal. MIUI yang sudah digunakan oleh semua perangkat Xiaomi dan CyanogenOS yang digunakan oleh OnePlus One (dan beberapa vendor smartphone lain). Semua ROM itu berdasarkan pada platform Android.

Sekarang, Indonesia pun sudah memiliki ROM sendiri alias ROM karya anak bangsa. Yang benar-benar tidak ada campur tangan pihak luar. Fira OS belum digunakan oleh perangkat-perangkat smartphone lain dan baru disematkan pada smartphone Polytron yang merupakan produk dalam negeri pula..

FiraOS mulai dikembangkan pada Maret  2015 dan resmi digunakan pada awal tahun 2016. Yang katanya, ROM ini benar-benar memahami akan kebutuhan pengguna smartphone Indonesia. Kebanyakan ROM buatan luar itu tidak dibuat untuk pengguna Indonesia, sehingga cenderung membingungkan. 

Fitur utama pada FiraOs yaitu, UI (User Interface) khas milik fira, Fira check pulsa, Fira Pay sebagai fitur pembayaran, Fira Directory untuk mendapatkan lokasi, Fira Store, Fira ID, smart calling, dll.






 

Selasa, 03 Mei 2016

Sejarah Smart Watch dari Mas ke Masa


Wearable computer alias perangkat komputasi yang bisa dipakai adalah tren terbaru di dunia komputasi. Salah satunya yaitu smartwatch atau jam cerdas.

Sudah banyak smarthwatch telah hadir meramaikan pasar. Nama-nama seperti Apple, Samsung, LG, Sony, Asus, dan Motorola tidak mau ketinggalan mengenalkan jam cerdasnya.

Jika menengok sejarah smartwatch, sebetulnya perangkat ini bukanlah inovasi yang benar-benar baru. Perjalanan sejarah membawa kita ke tahun 1978 ketika Citizen pertama kalinya mengeluarkan jam digital dengan feature kalkulator. Disusul oleh Casio dengan jam kalkulator layar sentuhnya serta Seiko dengan jam berprosesor.

Tentu saja, fungsi-fungsi yang ditawarkan smartwatch zaman dahulu belumlah sementereng saat ini. Kala itu, jam yang dilengkapi kalkulator dan mini organizer saja sudah dianggap cerdas. Seiring waktu berjalan, fungsionalitas yang lebih modern seperti GPS, pemutar musik, dan Wi-Fi mulai dibenamkan

Yang harus menjadi catatan, performas smartwatch selama ini tidaklah diwarnai kegemilangan. Bisa dibilang, belum ada smartwatch yang benar-benar menjadi produk massal dan populer dipakai masyarakat. Kendalanya beragam, antara lain daya tahan baterai dan penggunaan yang kurang praktis.

Kendati demikian, era kini sudah berubah. Konsumen tampaknya lebih siap dalam menerima perangkat portabel yang mudah dibawa ke mana-mana seperti wearable computer. Lihat saja komputer tablet. Sudah sejak era  1990-an.

Citizen Scientific Calculator Watch (1978)

Menurut situs Pocketcalculatorshow, jam digital buatan Citizen ini dijuluki "master of nerd watches". Layar LCD-nya menampilkan dua baris. Baris pertama menunjukan waktu, baris ke dua untuk melakukan proses perhitungan, pengguna bisa menekan s40 tombol yang ada disekeliling jam.

Seiko Data-2000 (1983)

Jam digital Seiko ini menarik karena dilengkapi docking yang berisi memori penyimpanan data. Tidak main-main, docking ini dibuat menyerupai keyboard QWERTY dan numerik yang memudahkan pengguna dalam mengetik dan memasukkan data.
elah
Casio AT-550 (1984)

Dari tampak luar, casio AT-550 tidak banyak berbeda dengan jam lainnya. Penunjuk waktunya pun masih analog. Tapi, jam ini sudah memliki fungsi kalkulator.

Timex Data Link (1994)

Disebut sebagai jam pertama yang bisa mengunduh data dari komputer, Timexx Data Link diproduksi bersama Microsoft sebagai alternatif dari PDA yang mulai populer kala itu. Model yang tersedia dapat menyimpan hingga 150 nomor telpon. Jam ini pun digunakan oleh astronot NASA dalam misi luar angkasa.

Samsung SPH-WP10 (1999)

Percobaan pertama Samsung membuat smartwatch yang tidak berjalan mulus karena harganya yang terlalu mahal. Tapi, jam ini menarik karena menggabungkan fungsi jam dan ponsel ke dalam suatu perangkat. Layar LCD-nya pun sudah berwarn. Satu dekade kemudian, Samsung kembali merilis smartwatch s9110 yang juga tidak sukses secara komersial.

IBM Linux (2000)

Pada tahun 2000, IBM membuat prototype jam yang berjalan di atas platform Linux. Tujuannya untuk berkomunikasi dengan PC melalui koneksi bluetooth. Dengan daya tahan baterai enam jam, jam ini membuat memori 8mb.

Fossil Wrist PDA (2003)

Tahun 2000-an adalah masanya PDA. Tren tersebut diikuti Fossil dengan melahirkan Fossil Wrist PDA, jam monokrom yang juga berfungsi sebagai PDA. Ada feature kalender, to-do list, dan memopad di dalamnya. Pada generasi selanjutnya, jam ini telah dilengkapi sistem operasi PalmOS dan mampu menjalankan aplikasi-aplikasi sederhana.

Microsoft SPOT (2006)

Microsoft menjajal peruntungan di arena smartwatch dengen menciptakan jam SPOT yang tidak hanya menampilkan waktu, tapi juga informasi seperti ramalan cuaca dan berita terbaru. Semua ini diperoleh dari sinyal radio FM yang diterima SPOT.

LG GD910 (2009)

Jam cerdas besutan LG dengan kayar sentuh 1,43 inci ini memiliki fungsi voice recognition dan text-to-speech. Tidak hanya itu, jam pintar ini dapat menjalankan fungsi telepon dengan jaringan 3G serta video call berkat kamera 0,3MP-nya.

Sony SmartWatch (2012)

Generasi pertama Sony SmartWatch yang dapat terhubung dengan ponsel Android merek apa pun. Walhasil, jam ini bisa menampilkan feed dari Twitter, SMS, e-mail, dan juga musik.

Pebble (2012)

Pebble menjadi buah bibir karena startup kecil kali ini berhasil mengumpulkan dan dari 68 anggota situs Kickstarter. Produk besutannya yaitu jam cerdas yang dapat tersambung dengan Andiod dan iPhone melalui Bluetooth.

Reklamasi Teluk Jakarta untuk Pusat Pemerintahan



Moratorium reklamasi Teluk Jakarta seyogianya dimanfaatkan oleh seluruh stake holder terkait untuk mendiskusikan dan mengkaji ulang peruntukan dan pengelolaan reklamasi Telauk Jakarta, agar pemanfaatan hasil reklamasi benar-benar dapat membawa dampak positif dan tidak merusak lingkungan.

Perebatan dan kehebohan yang sempat terjadi terkait reklamasi Teluk Jakarta mungkin disebabkan karena (1) kurang terbukanya perencanaan awal proyek ini kepada publik, (2) informasi yang kurang transparan kepada publik, (3) kurang melibatkan seluruh stake holder terkait dalam perencanaan awal, (4) lebih mengutamakan kepentingan swasta disbanding publik, (5) amdal dan penanganan dampak lingkungan yang kurang transparan.

Selain itu, (6) perijinan yang bermasalah, (7) tarik-menarik antar instansi pemerintah, (8) perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang sering menimbulkan multi tafsir, (9) sasaran penggunaan lahan reklamasi yang kurang tepat, dan (10) pengelolaan reklamasi yang kurang sesuai.

Sebuah reklamasi laut seyogianya direncanakan dan dilaksanakan secara hati-hati dan benar karena akan merubah ekosistem yang ada dan dapat membawa dampak negatif yang besar baik bagi ekosistem laut itu sendiri maupun bagi masyarakat pesisir dan sekitarnya.

Biaya pelaksanaan sebuah reklamasi juga tergolong mahal. Dengan demikian, laut sebagai milik publik bilamana akan direklamasi, maka peruntukan lahan hasil reklamasi ini seyogianya benar-benar diprioritaskan untuk kepentingan publik dan tanpa menghasilkan dampak negatif lingkungan yang berarti.

Mengingat Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat padat dan lahan darat tersisa kurang mendukung untuk pengembangan pemukiman, perkantoran, dan industri maka Jakarta sangat membutuhkan proyek reklamasi.


Dampak terhadap lingkungan dan nelayan


Secara ilmiah sebuah reklamasi laut dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan dampak negatif lingkungan yang nyata karena dengan kemajuan ilmu dan teknologi dapat memodifikasi suatu lingkungan dan menkorversi daerah lain untuk konpensasi daerah yang di reklamasi.

Sebagai contoh, bahan pasir atau tanah untuk menimbun lahan reklamasi seyogianya diambil dari dasar laut dari laut lepas (dalam hal ini antara Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu) sehingga volume air laut akibat penimbunan di areal sekitar reklamasi tidak berubah.

Selain itu, bahan pasir dari dasar laut juga lebih cocok untuk digunakan di daerah pantai untuk digunakan sebagai tempat wisata dan sebagai habitat biota laut.

Hal seperti ini dilakukan di negara bagian Florida, Amerika Serikat yaitu dengan menguruk pasir putih dan halus dari dasar laut di laut lepas untuk ditimbun di daerah pantai sepanjang pantai Florida untuk menjaga pantai dari erosi dan mempertahankan keindahan pantai yang dilakukan paling tidak sekali dalam 10 tahun.

Proyek reklamasi di sepanjang pantai Florida ini merupakan program regular paling tidak sekali dalam 10 tahun dimana pengelolaan dan pendanaan dilakukan oleh pemerintah setempat.

Penggunaan pasir putih dan halus di lahan reklamasi dapat menghadirkan pantai yang indah karena ukurannya yang halus dan warnanya yang putih. Dengan demikian, hasil lain dari reklamasi ini adalah terbentuknya sebuah pantai yang indah dan sesuai untuk digunakan tempat rekreasi pantai bagi rakyat Jakarta dan sekitarnya yang selama ini tidak ada. Hal ini secara otomatis dapat menciptakan tujuan wisata pantai apalagi disediakan secara gratis.

Bagi nelayan, reklamasi seyogianya berdampak positif mengingat lahan reklamasi yang direncanakan sudah tidak layak dijadikan sebagai daerah penangkapan ataupun pembudi dayaan ikan karena daerah ini sudah tercemar dari bahan organik dan inorganik seperti logam berat.

Dengan adanya reklamasi ini, maka nelayan akan menangkap ikan lebih jauh ke laut yang airnya relatif lebih bersih dari bahan pencemar dibandingkan dengan air laut pada areal reklamasi. Hal ini akan membawa dampak positif bagi nelayan dan rakyat karena akan menangkap ikan yang relatif kurang tercemar. Pemerintah seyogianya juga melarang nelayan menangkap ikan atau membudi daya ikan di sekitar lokasi reklamasi untuk menghindari ikan dari bahan-bahan pencemar.


Peruntukan dan Pengelolaan Reklamasi

Salah satu alasan keributan dari rakyat dalam pelaksanaan reklamasi ini mungkin karena pengelolaan dan pemanfaatan reklamasi diserahkan kepada pihak swasta. Masyarakat khawatir bahwa pihak swasta hanya akan mengejar keuntungan tanpa memperhatikan dampak negatif lingkungan yang diakibatkan oleh reklamasi ini. Faktor inilah yang mungkin mengakibatkan terjadinya dugaan suap-menyuap dari pihak pengembang kepada pihak pemerintah dan anggota DPRD DKI Jakarta.

Masalah dan perdebatan yang timbul terkait proyek reklamasi serta adanya moratorium reklamasi Teluk Jakarta seyogianya dijadikan sebagai pintu masuk untuk mendiskusikan atau mengkaji ulang peruntukan dan pengelolaan reklamasi Teluk Jakarta. Semestinya, peruntukan hasil reklamasi Teluk Jakarta diutamakan untuk kepentingan publik ketimbang kepentingan swasta.

Kalau kita melihat lokasi perkantoran kementerian dan kantor Kepresidenan Pemerintah Negara RI yang tercerai-berai dan jarak satu sama lain yang juga sangat berjauhan, maka sudah saatnya memusatkan perkantoran kementerian dan kantor Kepresidenan ini dalam suatu lahan yang menyatu. Hal ini sangat perlu untuk efisiensi dan modernisai sistem administrasi pemerintahan negara RI baik dari segi koordinasi dan manejemen pemerintahan negara RI maupun efisiensi pengurusan segala urusan administrasi terkait pemerintahan. Dengan demikian, lahan hasil reklamasi ini dianggap sangat cocok untuk dijadikan sebagai lokasi pusat pemerintahan negara RI. Setelah pemanfaatan untuk pusat pemerintahan negara RI, maka sisa lahan hasil reklamasi dapat dimanfaatkan untuk pusat bisnis dan apartemen seperti direncanakan sebelumnya.

Untuk mensukseskan pelaksanaan dan pembangunan reklamasi serta peruntukannya sebagai pusat pemerintahan negara RI di lahan reklamasi tersebut, maka seyogianya pengelola reklamasi ini adalah Pemda DKI dan/atau bekerja sama dengan pemerintah pusat. Hal ini menjadi sesuai dengan Keppres No. 59 tahun 1995 dan Perpres No. 54 tahun 2008. Bilamana Pemda DKI dan/atau kerjasama dengan pemerintah pusat sebagai pengelola reklamasi maka perhatian terhadap dampak lingkungan menjadi lebih terarah dibandingkan dengan pihak swasta sebagai pengelola.

Umumnya pengelolaan reklamasi laut di negara maju dilakukan oleh pemerintah setempat seperti di negara bagian Florida, Amerika Serikat bahwa pengelolaan dan pengawasan reklamasi seluruhnya dilakukan oleh Pemerintah setempat bekerja dengan pemerintah pusat (Pemerintah Federal). Mengingat sumber dana berasal dari rakyat, maka pelaksanaan dan pengawasan reklamasi menjadi lebih terjamin dibandingkan bila pelaksananya adalah pihak swasta yang umumnya cenderung mengejar keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang diakibatkannya.


Manajemen Air Limbah

Faktor lain yang tidak kalah penting dalam proyek reklamasi ini adalah belum terlihat secara transparan sistem pengelolaan air limbah dari "kota baru" yang dibangun di lahan reklamasi tersebut. Mengingat "kota baru" yang akan dibangun berada di tengah lautan, maka seyogianya sistem pembuangan air limbah dari rumah tangga dan toilet dilakukan secara terpadu di suatu tempat dan tidak dibuang ke laut atau kedalam tanah (septik tank).

Air limbah dari perumahan dan perkantoran seperti bekas air yang digunakan untuk cuci peralatan dapur dan mandi dikumpulkan di suatu tempat fasilitas pengolahan air limbah untuk dilakukan pemurnian sampai mencapai kriteria tertentu sebelum dilepaskan ke laut. Hal yang sama dilakukan untuk air limbah dari toilet sebelum dapat dibuang ke air laut. Dengan demikian, eksosistem pesisir menjadi terjaga dari pencemaran dan lingkungan eksosistem pesisir sekitar areal reklamasi menjadi sehat. Hal ini juga akan berdampak positif bagi daerah pantai yang dijadikan sebagai tempat wisata rekreasi pantai yang menjadi bebas dari sumber pencemar.

Proses pemurnian air limbah dari toilet ini dapat juga menghasilkan pupuk organik dan biogas.

Bilamana "kota baru" sudah dibangun di lahan reklamasi tersebut, maka seyogianya kualitas air sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta juga dikontrol sehinga air yang masuk ke perairan Teluk Jakarta sudah bebas dari bahan pencemar. Untuk itu, perlu dibangun fasilitas pengolahan air limbah dari semua sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta. Fasilitas pengolahan air limbah ini dapat dibangun di dekat setiap muara sungai yang berfungsi untuk menampung dan memproses pemurnian air sungai (air limbah) untuk menghilangkan semua bahan pencemar menjadi air tawar yang secara ilmiah layak untuk di alirkan ke Teluk Jakarta.

Proyek reklamasi Teluk Jakarta secara ilmiah dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan dampak negatif yang berarti dan dapat bermanfaat maksimal bagi rakyat Jakarta dan Indonesia bilamana dilaksanakan dan dikelola dengan benar oleh Pemda DKI dan/atau kerjasama dengan Pemerintah Pusat.

sumber

Drone (Pesawat Tanpa Awak)


Drone atau pesawat tanpa awak adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya . Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer. Rudal walaupun mempunyai kesamaan tapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak karena rudal tidak bisa digunakan kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri.

Pesawat tanpa awak memliki bentuk, ukuran, konfigurasi dan karakter yang bervariasi. Sejarah pesawat tanpa awak adalah Drone target, pesawat tanpa awak yang digunakan sebagai sasaran tembak. Perkembangan kontrol otomatis membuat pesawat sasaran tembak yang sederhana mampu berubah menjadi pesawat tanpa awak yang kompleks dan rumit.
Kontrol pesawat tanpa awak ada dua variasi utama, variasi pertama yaitu dikontrol melalui pengendali jarak jauh dan variasi kedua adalah pesawat yang terbang secara mandiri berdasarkan program yang dimasukan kedalam pesawat sebelum terbang.
Saat ini, pesawat tanpa awak mampu melakukan misi pengintaian dan penyerangan. Walaupun banyak laporan mengatakan bahwa banyak serangan pesawat tanpa awak yang berhasil tetapi pesawat tanpa awak mempunyai reputasi untuk menyerang secara berlebihan atau menyerang target yang salah.
Pesawat tanpa awak juga semakin banyak digunakan untuk keperluan sipil (non militer) seperti pemadam kebakaran , keamanan non militer atau pemeriksaan jalur pemipaan. Pesawat tanpa awak sering melakukan tugas yang dianggap terlalu kotor dan terlalu berbahaya utnuk pesawat berawak.
Saat ini Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) telah diproduksi oleh industri dalam negeri antara lain : PT. Dirgantara Indonesia, PT. UAV Indo, PT. Globalindo Tekhnologi Service Indonesia, PT. RAI (Robo Aero Indonesia), PT. Aviator dan PT. Carita. Adapun PTTA hasil produk dalam negeri tersebut saat ini digunakan untuk kepentingan olahraga kedirgantaraan dan beberapa industi masih mengadakan pengembangan PTTA untuk kepentingan sasaran latihan Arhanud. Dengan adanya kemampuan berbagai industri dalam negeri dalam mengembangkan PTTA tersebut, merupakan potensi dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan PTTA yang memiliki kemampuan sebagai pesawat pengintai/pemantau sasaran/objek dari udara. Pengembangan PTTA tersebut dilakukan dengan melengkapi sebuah kamera dan hasilnya secara langsung dapat diamati pada layer Display di Ground Station.

Pengembangan

Dalam sebuah perancangan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), terlebih dahulu harus mendefinisikan misi penerbangan seperti apa yang akan dilakukan oleh pesawat tersebut. Hal ini harus dilakukan karena tidak ada satu jenis PTTA yang bisa melakukan semua misi yang ada dalam penerbangan. Pesawat Terbang Tanpa Awak dimaksudkan untuk mengemban misi pemantauan udara untuk melihat objek yang diam atau bergerak diatas permukaan tanah. Misi tersebut dilakukan diwilayah dengan dukungan infrastruktur yang minim seperti daerah hutan, pegunungan, rawa dan lain-lain. Dengan misi tersebut, maka PTTA harus merupakan gabungan karakter antara tipe pesawat sport, trainer dan pesawat trainer glider, yaitu berkecepatan rendah, sangat stabil, dapat melayang dan mudah dikendalikan. Agar dapat melakukan pemantauan dengan saksama maka PTTA harus memiliki tinggi terbang 200 m, kecepatan terbang 60 km/jam dan lama terbang 60 menit.
Agar dapat dimobilisasi/demobilisasi dengan mudah maka pesawat tersebut harus praktis, portable dan agar dioperasikan secara “Take off hand launched” maka bobot dari pesawat harus ringan agar dapat diluncurkan dengan menggunakan tangan, sehingga berat pesawat harus lebih kecil dari 6 kg. Sementara itu, pada bagian Airframe/Fuslage PTTA terdapat berbagai instrument, untuk itu perlu lift yang besar dari pesawat, untuk memperoleh lift yang besar maka sayap harus luas, menggunakan wing aerofoil Un simetris dengan letak letak sayap berada diatas airframe dan menggunakan engine power yang tidak terlalu besar. Disamping onstrimen yang terdapat dalam pesawat, PTTA dilengkapi video camera system dengan karakteristik sebagai berikut :
  • Resolusi: minimum sama dengan resolusi TV yaitu 420 baris
  • Berat: tidak lebih dari 500 gr
  • Volume: tidal lebih dari 350 cm3
  • Telemetry: Line of Sight (LOS) dengan frekuensi yang aman

Spesifikasi PTTA

  • Panjang pesawat: 1.800 mm
  • Tinggi pesawat: 250 mm
  • Rentang sayap: 2.100 mm
  • Daya mesin: 1,5 PK
  • Berat lepas landas: < 6 kg
  • Berat muatan: 500 gram
  • Daya jelajah: 1 jam
  • Kecepatan terendah: 20 km/jam
  • Kecepatan normal: 60 km/jam
  • Ketinggian operasi: 200 m
  • Ketinggian maksimum: 1.000 m
  • Jangkauan radio modem: 10 km
  • Jarak pengunduhan video:10 km
  • Frekuensi pengunduhan video: 2,4 GHz
  • Frekuensi kontrol radio TX: 72 MHz
  • Sistem daya: 12 VDC
  • Bidang kendali: standar (2 bidang aileron, 1 bidang elevator dan 1 bidang rudder)

Sistem kendali PTTA

Tahap manual

Pada tahap ini take off dan landing peran pilot (operator) mutlak diperlukan untuk mengendalikan PTTA mencapai ketinggian dan kecepatan operasi yang diinginkan serta untuk mengantisipasi keadaan pengendalian yang di luar dugaan. Pada tahap ini pilot menggunakan Remote Control Transmitter (R/C Tx) untuk mengendalikan PTTA. Dalam pengujian menggunakan R/C Tx, pilot dapat dengan efektif mengendalikan PTTA sampai pada jarak 1 km dengan kondisi batere yang baik.
Kemudian setelah melalui serangkaian uji terbang, maka dilakukan beberapa perubahan pada rancangan awal. Perubahan tersebut adalah : panjang pesawat menjadi 1050 mm, panjang sayap menjadi 1800 mm dan bidang kendali aileron kiri dihilangkan. Perubahan-perubahan ini dilakukan untuk : menambah kecepatan jelajah PTTA, mendapatkan kestabilan static yang lebih baik serta meminimalisir bagian mekanik yang kritis di pesawat agar aman saat terjadi benturan ketika mendarat.

Tahap autopilot

Ketika PTTA sudah berada pada ketinggian operasi dan kecepatan terbang yang diinginkan maka pilot mengaktifkan system kendali autopilot.
Sistem ini meliputi : Wing leveler untuk menjaga pesawat tetap datar/level, Airspeed hold untuk menjaga kecepatan pesawat agar tetap pada satu angka kecepatan yang telah deprogram dan Altitude hold untuk menjaga ketinggian terbang pesawat agar tetap pada satu ketinggian yang telah diprogramkan. Pada pengujian autopilot system diperoleh hasil yang sangat baik, terindikasi dengan performa terbang (ketinggian, kecepatan dan kestabilan terbang) yang baik. Pesawat ini dapat terbang dengan lintasan lurus dan mendatar.

Sistem Navigasi PTTA 

PTTA memiliki system navigasi yang berbasis GPS. Pada uji penerbangan waypoint following (mengikuti titik-titik koordinat yang telah ditentukan) system navigasi ini bisa bekerja dengan baik. Navigasi berbasis GPS secara efektif memandu pesawat melakukan penerbangan PTTA melewati titik-titik koordinat yang telah diprogram dibantu dengan system autopilot. PTTA memiliki fungsi utama sebagai pengintai. Dengan demikian penempatan kamera video sebagai mata dari pesawat ini menjadi penting. Ada beberapa hal penting yang dipertimbangkan dalam penempatan kamera, antara lain memiliki sudut pandang yang terbuka, menjadi alat Bantu pengendalian bagi pilot dan ditempatkan pada dudukan yang kokoh.

Pemanfaatan pesawat tanpa awak

Pemanfaatan pesawat tanpa awak yang telah menunjukkan hasil menjanjikan di luar negeri umumnya jauh dari konsumen, di lokasi kerja, atau kawasan relatif terpencil yang biasanya menggunakan pesawat berawak.
Perusahaan tambang memakai kamera definisi tinggi yang terpasang pada badan pesawat tanpa awak untuk menciptakan peta tambang tiga dimensi yang penting dalam kalkulasi volume material yang telah digarap. Hal tersebut memungkinkan banyak perusahaan untuk menyesuaikan taksiran produksi. “Lebih cepat, lebih mudah, dan lebih efisien” daripada juru survei manusia atau pesawat berawak, ujar Thomas Lerch, pengguna pesawat tanpa awak untuk kepentingan pengukuran tambang kerikil dan tempat pembuangan sampah akhir di Swiss.

Contoh pesawat tanpa awak

  • RQ-8A Fire Scout
  • RQ-2B Pioneer
  • RQ-2B Pioneer
  • Northrop Grumman Global Hawk
  • General Atomics MQ-9 Reaper
  • AeroVironment Raven dan Raven B
  • Bombardier CL-327
  • Yamaha RMAX
  • Lockheed Martin Desert Hawk
  • General Atomics MQ-1 Predator
  • Puna
  • Puna Sriti
  • Puna Alap-alap
  • Puna Gagak
  • Puna Pelatuk
  • Puna Wulung
  • LSU 02

 


 


 



3 in 1 Dihapus, Terbitlah Macet


Mobil dan motor berjejal-jejal, berusaha saling mendahului satu sama lain di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa pagi dan sore. Semua pengendara ingin segera lepas dari kemacetan lalu lintas di Ibu Kota.
Salah satu biang kemacetan di jalan utama tersebut adalah mulai diuji cobanya penghapusan aturan 3 in 1 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Uji coba mulai digelar pada Selasa 5 April 2016. Uji coba ini dilakukan 2 pekan.

Pada pagi hari, kepadatan kendaraan mulai terlihat dari arah Cawang menuju Semanggi. Antrean kendaraan sudah terlihat dari depan kantor Dirjen Pajak. Arus lalu lintas semakin padat saat adanya pertemuan kendaraan yang keluar dari Tol Dalam Kota dan kawasan SCBD dengan jalan umum.
Sementara itu, sore harinya, laju kendaraan di ruas Jalan Gatot Subroto dari arah Kuningan menuju Slipi menumpuk di depan Halte Komdak hingga ke Jembatan Semanggi.
Hal ini disebabkan pertemuan kendaraan dari arah kawasan SCBD yang berada di belakang Polda Metro dan kendaraan dari arah Kuningan. Kendaraan baik roda dua maupun empat, hanya dapat memacu kecepatan 0 sampai 5 kilometer per jam.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Risyapudin mengatakan, perbedaan arus lalu lintas saat 3 in 1 diberlakukan dan tidak, sangat terlihat. Biasanya, volume kendaraan tidak pernah sepadat saat ini.

"Biasanya lowong kok di sekitaran Polda Metro Jaya ini. Nah, sekarang lihat sendiri dari kantor pajak sudah padat," kata Risyapudin di kawasan SCBD, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 5 April 2016.

Menurut perwira menengah ini, kepadatan kendaraan disebabkan pengendara memaksa melalui Jalan Gatot Subroto. Padahal, biasanya mereka melalui jalur lain.

Risyapudin mengatakan, volume kendaraan meningkat 3 kali lipat. Setidaknya peningkatan kendaraan yang cukup signifikan ini bisa dilihat di kawasan SCBD, Jalan Gatot Subroto.

Kepadatan lalu lintas terjadi di Jalan Sudirman, tepatnya di sekitar Patung Jenderal Sudirman. Kedua arah jalan tersebut sudah dipadati kendaraan. Arus lalu lintas dari arah Senayan menuju Bundaran HI, padat.

"Ini sudah padat sekali. Kalau 3 in 1 enggak ada sampai padat seperti ini di Sudirman," kata Bripda Bagus.

Menurut dia, biasanya, kepadatan lalu lintas di sekitar Patung Sudirman baru terlihat pukul 10.00-14.00 WIB. Kepadatan lalu lintas ini terjadi selepas jam 3 in 1.

"Kalau sekarang pasti pengendara tidak memikirkan jam 3 in 1 jadi bisa langsung melintas saja jadi padat," Bagus menjelaskan.

Kapolri Terjebak Macet

Miska, seorang pengendara di Jalan Gatot Subroto mengatakan, kemacetan memang terlihat jelas setelah sistem 3 in 1 dihapuskan. Tapi, kemacetan ini tidak ubahnya saat sistem 3 in 1 selesai dilaksanakan.

"Memang macet sih, beda sama 3 in 1. Tapi ini juga malah makin macet kok dari pukul 09.00 WIB," kata Miska.

"Mending dihapus ajalah, enggak ngaruh juga," kata dia. ‬

Hal senada disampaikan Ridwan. Dia merasakan betul bedanya ada 3 in 1 dan tidak. Baginya, kemacetan memang bertambah hari ini saat waktu 3 in 1. Hanya saja, dia tidak perlu repot mencari penumpang untuk bisa melintasi jalur ini.

Tak hanya masyarakat biasa yang terjebak kemacetan karena 3 in 1. Pejabat pun ikut merasakannya. Suara raungan sirene motor patroli dan pengawalan sulit menembus kemacetan seperti di Jalan Gatot Subroto tepatnya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Mobil pelat nomor RI 9 yang digunakan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Arif Hidayat dan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti pun kesulitan menembus kemacetan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga terkena imbasnya.

Bus Primadona Baru

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan bus tambahan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan roda 4 saat penghapusan aturan 3 in 1. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, pihaknya menyiapkan 127 bus tambahan transjakarta dan bus gratis dalam rangka uji coba penghapusan kebijakan ini.

Bus gratis yang berasal dari Transjakarta ini sangat diminati masyarakat. Hal ini terlihat di halte Dukuh Atas. Begitu bus menepi di halte, penumpang yang baru turun dari Stasiun Sudirman langsung menyerbu. Padahal di dalam bus sudah cukup banyak penumpang.

Bus ini melayani rute Harmoni-Bundaran Senayan. Selain itu, bus tersebut tidak melalui jalur bus Transjakarta. Bus melalui jalan umum dan berhenti di halte bus umum.

Andri Yansyah mengatakan, bus-bus ini memang sengaja disiapkan untuk masyarakat yang berkantor di sekitar rute bus. Jumlahnya pun ditambah saat jam 3 in 1

Uji Coba Pertama
Kepala Subdirektorat Bina dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menyatakan, terjadi peningkatan volume kendaraan di beberapa jalan utama Ibu Kota di hari pertama uji coba ini.

"Ada peningkatan arus lalu lintas akses dan objek lokasi 3 in 1," kata Budiyanto.

Budi menyatakan, berdasar pantauan di lapangan, penumpukan kendaraan terjadi di Jalan Semanggi yang menjadi titik temu kendaraan dari Slipi dan Pancoran yang hendak ke kawasan Sudirman-Thamrin.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memperpanjang uji coba penghapusan jalur 3 in 1 yang semula hanya 1 minggu menjadi 2 pekan. Uji coba ini dilakukan mulai 5-8 April 2016. Kemudian dilanjutkan pada 11-13 April 2016.
Ahok melihat sendiri banyak mobil yang hanya berpenumpang satu masuk jalur 3 in 1 saat perjalanannya dari rumahnya di Pluit, Jakarta Utara menuju Jakarta Selatan.
Meski banyak mobil yang hanya diisi 1 orang, Ahok tak khawatir, karena yakin polisi dapat menanggulanginya. Dia pun bersikukuh untuk menghapus kebijakan itu

Ahok juga memunculkan kembali wacana penggunaan pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan di ibu kota akibat penghapusan 3 in 1.

"Kita mau hapus 3 in 1 karena nambah macet daerah pinggir, ganti dengan ERP (electronic road pricing), tapi karena ERP enggak bisa cepat, sebelumnya kita mau pakai ganjil genap (pelat kendaraan)," ujar Ahok di Balai Kota.

Ahok mengatakan, penerapan sistem ganjil genap masih menunggu hasil evaluasi penghapusan 3 in 1. Apabila terbukti bertambah macet, maka ganjil genap akan diterapkan. Namun, apabila bertambahnya volume kendaraan tak signifikan, maka solusi dari Pemprov adalah menambah bus sambil menunggu ERP terealisasi.

Pemprov juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengatur sistem ganjil genap. Polda akan diminta tidak boleh menerima pergantian nomor pelat.

"Tapi solusi tetap ERP, tapi kalau daerah macet seperti Gatsu kita akan kasih bus dan terapkan ganjil genap," tutur dia.

Kawasan Pengendalian Lalu Lintas 3 in 1 adalah sebuah kebijakan yang membatasi mobil pribadi yang lewat pada ruas jalan tertentu yang berpenumpang 3 orang atau lebih. Pada 2012, kawasan 3 in 1 menjadi lima ruas jalan, yang ditetapkan berdasarkan Pergub No 110 tahun 2012 tentang tentang Kawasan Pengendalian Lalu Lintas.
Kawasan itu yaitu Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, dan sebagian Jalan Jenderal Gatot Subroto antara persimpangan Jalan Jenderal Gatot Subroto-Jalan Gerbang Pemuda (Balai Sidang Senayan) sampai dengan persimpangan Jalan HR Rasuna Said-Jalan Jenderal Gatot Subroto pada jalan umum bukan tol.

Aturan 3 in 1 hanya berlaku pukul 07.00 - 10.00 WIB dan pukul 16.30 - 19.00 WIB, pada hari kerja saja yaitu hari Senin sampai Jumat. Hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional tidak berlaku.

sumber